Asset Terpidana Korupsi Alay Sebelumnya Disegel Kejati Lampung, Kini Diakui Disewakan, KPK Dan Petinggi Lainnya Belum Ada Tetapkan Tersangka

0
222

BERITAINDONET.COM, Lampung: Dilema masalah Aset Terpidana Sugiarto Wiharjo Alias Alay selalu bergulir di media massa karena semua nilainya cukup fantastis bisa mencapai Rp2 Triliun. Kini terungkap di lapangan segel Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri Bandar Lampung tidak ada lagi, dan diakui yang menempati disewa, dan sebelumnya juga diakui disewakan selama bertahun tahun.

Foto Saat masih ada plang Kejaksaan

Penelusuran lapangan dilakukan 28 Oktober 2020, terlihat Objek tanah dan bangunan tersebut terletak di Jalan Ki Maja, Way Halim Kota Bandar Lampung. Objek tersebut berbentuk ruko Nomor: AA9. Hasil interview di lapangan yang menempati mengakui baru beberapa bulan dijadikan usaha “ Kopi Oishi,” dan diakui yang memiliki usaha tersebut inisial Y. “Kami sewa langsung 2 tahun, sebelumnya tempat ini disewa oleh kursus Bahasa Inggris “Smart Global Education” ujar sumber di lapangan.   

Foto setelah disewakan beberapa hari lalu

Dalam segel plang kejaksaan  yang ditempel di depan bangunan tersebut sebelumnya tertera “Untuk menjadi perhatian bahwa tanah/bangunan ini dalam Pengawasan TIM pemulihan Aset Kejaksaan Tinggi Lampung Dan Kejaksaan Negeri Bandar Lampung Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 510 K/PID Sus/2014 tanggal 21 Mei 2014 Atas Nama Terpidana Sugiarto Wiharjo Alias Alay” Namun kini tidak ada lagi.

Andre W Setiawan Kepala Seksi Penerangan Dan Hukum (Kasipenkum) Kejati Lampung saat dikonfirmasi mengakui tidak pernah memasang sticker di Jalan Ki Maja Kota Bandar Lampung  terkait tanah/bangunan yang dalam Pengawasan TIM pemulihan Aset Kejaksaan Tinggi Lampung Dan Kejaksaan Negeri Bandar Lampung berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 510 K/PID Sus/2014 tanggal 21 Mei 2014 Atas Nama Terpidana Sugiarto Wiharjo Alias Alay. Namun beberapa menit dari konfirmasi awal Jaksa Andrie mengatakan dirinya pasang sticker setelah disewakan. “Saya pasang sticker setelah disewakan, ujar Andre.

Jaksa Andre juga menegaskan bahwa sudah beberapa kali mengundang yang menyewakan tersebut, namun tidak kunjung datang. “Alas Haknya SHGB Nomor 904/WHP, dikuasai Hj Saukat,” tegas Andre. Namun faktanya yang menyewa tersebut saat ditemui selalu ada di lokasi dengan beberapa anak buah atau Karyawan, termasuk mengaku sebagai istri yang sedang sewa.

Sebelumnya, Kuasa Hukum Kantor Law Firm SAC & Partners Advocates and Legal Consultans, Amrullah, S.H, melapor ke Mabes Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI soal kasus dugaan penyalagunaan asset dan dugaan penggelapan dan jualbeli, termasuk dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Yang diadukan pada intinya ialah perbuatan yang terjadi oleh Terduga pelaku, salah satunya teradu ialah Jaksa Andre Setiawan dari Kejati Lampung, yang sedang aktif menjabat Kasipenkum.  (R.1.1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here