Akhirnya Terungkap, Pengguna AJB Terduga Palsu Cairkan Rp80-an Miliar Uang Negara Libatkan Jaksa Yang Sangat Kuat

20
444

BERITAINDONET.COM: Lampung, makin jelas siapa yang di arahkan membekingi dan terlibat dalam pencairan uang dana Negara dengan penggunaan surat yang disangkakan Palsu. Ternyata ada muncul surat baru yakni 10 AJB (akta jual beli) yang digunakan seorang jaksa bernama Dicky Zaharuddin. Mencairkan uang Rp80-an miliar dari Negara atas pembayaran lahan Proyek Negara Bendung Gerak Jabung di Lampung Timur. Uang itupun setengah masuk rekening jaksa tersebut.

Sepuluh AJB yang diduga palsu digunakan oleh Dicky Zaharuddin untuk mencairkan dana dari Negara. Perannya mengatasnamakan 10 orang atas nama AJB, termasuk orang yang sudah meninggal, yang diduga bodong. Dikatakan bodong karena semua nama-nama berbatasan dalam AJB itu tidak pernah sebagai pemilik tanah berbatasan. Salah satu AJB palsunya nomor: 244/Agr/81 tertanggal 22 November 1988. Utara berbatasan dengan tanah: Kartono, Timur berbatasan dengan tanah: Way Bekarang, Selatan berbatasan dengan tanah: Syaiful Anwar, Barat berbatasan dengan tanah : Aliuddin. Termasuk nama berbatasan dibuatkan juga nama-nama AJB baru, yang membuat semua terungkap dengan jelas perkaranya.

Seperti diberitakan sebelumnya, nama-nama berbatasan seperti  Kartono, Syaiful Anwar, dan Aliuddin tidak pernah memilik tanah dan menghaki tanah sesuai batas-batas AJB  nomor: 244/Agr/81 tertanggal 22 November 1988. “Dan untuk membuktikan bahwa Kartono, Syaiful Anwar, dan Aliuddin tidak benar atau tidak pernah sebagai pemilik tanah berbatasan maka mereka Tergugat dalam perkara perdata di Pengadila Negeri Sukdana perkara Nomor: 38/Pdt.G/2019/PN Sdn.,” ujar David Sihombing, Jumat (20/9/2019).

Senin, (23/9/2019), rencananya akan dilakukan pencairan Rp21 miliar dengan menggunakan surat terduga palsu 10 AJB. Jaksa Dicky Zaharuddin berperan sebagai pengguna surat AJB itu dengan terlebih dahulu membuat indikasi rekayasa damai atas dua surat palsu yakni surat  masyarakat yang suratnya dibuat tersangka pemalsu Kaderi (Kepala Desa Sumber Rejo). Tersangka Pemalsupun hingga saat ini tidak ditahan di Polda Lampung, meski sudah pernah sekali lepas setelah ditahan 15 hari di Polres Lampung Timur.

“Jika tidak digugat kasus ini segera, bahaya sekali, bisa lenyap uang Negara tanpa masuk ke pemilik sebenarnya. Untung ada arahan Ketua Pengadilan Sukadana, “ tutur David.

Jaksa Dicky Zaharuddin saat dihubungi melalui Hand Phone nya tidak tidak dapat dihubungi. (R.1.1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here