Ada Apa ? Berkas Perkara Kasus Penipuan Yang Menyeret Darussalam Belum P.21 

0
52

BERITAINDONET.COM , Bandar Lampung: Berkas perkara penipuan yang menyeret mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra, Darussalam belum dinyatakan lengkap oleh jaksa Kejari Bandarlampung.

Diketahui, penyidik Polresta Bandar Lampung telah menetapkan Darussalam sebagai tersangka dalam dugaan kasus penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp500 juta untuk biaya pembuatan sporadik tanah. Korbannya adalah Nuryadin.

“Dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan sebesar Rp500 juta ini ada laporan polisi bahwa korbannya satu orang, tersangkanya dua orang (M. Syaleh dan Darussalam),” kata Penasehat hukum terdakwa M. Syaleh, David Sihombing usai persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Selasa (5/1/2021).

David pun mempertanyankan kepastian hukum terhadap kliennya. Karena menurutnya, keterlibatan Darussalam sudah ada titik terang berdasarkan bukti-bukti di kepolisian dan fakta persidangan. Dalam dakta sidang jelas terungkap bahwa Korban yakin akibat janji Tersangka Darussalam, bukan janji Terdakwa Syaleh.

Sejauh ini, lanjut David, kelengkapan berkas perkara sudah berjalan dengan menemukan bukti yang cukup hingga ditetapkannya Darussalam sebagai tersangka oleh penyidik Polresta Bandarlampung.

“Polisi cerdik, cerdas, tidak mungkin bodoh. Masa kejaksaan menganggap polisi bodoh, kami yakin jaksa akan mem-P21-kan perkara ini,” ujarnya.

Menurutnya, jika proses kasus ini tidak ada perkembangan yang signifikan, maka hukum yang ada di Bandar Lampung akan tercederai oleh ulah oknum.

“Jelas ini akan mencederai rasa keadilan,” tegasnya.

Faktor lainnya, masih kata David, kliennya sudah berumur sehingga tidak mungkin terus dihadirkan dalam persidangan. Artinya, perlu kepastian hukum yang jelas sehingga nama baik kliennya terjaga.

Persidangan terdakwa M. Syaleh yang digelar pada Selasa sedianya mendengarkan keterangan Sutomo sebagai saksi fakta. Namun, hal itu ditunda pada pekan depan lantaran Sutomo tidak dapat hadir.

“Ada dugaan saksi itu kena corona, jadi sidang ditunda. Tapi majelis hakim memberikan waktu sekali lagi, yaitu pada minggu depan,” kata David.

Pada 1 Desember 2020 lalu, Darussalam dan Nuryadin menjadi saksi dalam perkara penipuan dengan terdakwa M. Syaleh di PN Tanjungkarang.

Nuryadin mengaku tidak mengenal terdakwa M. Syaleh. “Saya diantar Pak Darussalam. Lalu dikenalkan,” katanya saat bersaksi dalam persidangan.

Nuryadin mengatakan bahwa Darussalam menjelaskan jika terdakwa ini memiliki tanah di Gunung Kunyit seluas 16 hektare.

“Tanah dijual dan uang mukanya sudah dibayar sebesar Rp1,2 miliar. Lalu pihak pembeli pun akan memberikan pembayaran termin kedua, setelah tanah itu dibuatkan sporadik,” jelasnya.

Sementara itu, Darussalam mengaku tak pernah melihat penyerahan uang Rp500 juta dari Nuryadin ke terdakwa. Meskipun Nuryadin dalam sidang mengaku menyerahkan ke Tersangka Darussalam, dan Terdakwa M. Syaleh mengaku tidak pernah terima langsung dari korban Nuryadin.

“Memang benar saya tandatangan sebagai saksi,” ucap Tersangka Darussalam saat sidang. Dalam sidang juga terungkap Majelis menyampaikan kepada Darussalam bahwa semua kasus bermuara kepada Saksi Darussalam yang juga Tersangka dalam laporan Polisi yang sama dengan Terdakwa M. Syaleh. “Dari gerak tubuh saksi Darussalam ini sudah keliahatan ada berbeda” ujar Hakim.

Diketahui, M. Syaleh didakwa JPU Alexander Mirza atas dugaan melakukan serangkaian kebohongan, menggerakan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya atau supaya memberi utang maupun menghapuskan piutang. (R1/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here