5 Kali Mangkir, AMPERA Desak KPK Jemput Paksa MMM

0
31

BERITAINDONET.COM, Jakarta: AMPERA (Aliansi Mahasiswa, Pemuda, dan Rakyat) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lembaga anti-rasuah menjemput paksa anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Melchias Marcus Mekeng atas dugaan suap pengurusan terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batu Bara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup di Kementerian ESDM.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar dinilai tidak kooperatif, lantaran sudah lima kali mangkir dari panggilan penyidik KPK untuk diperiksa. “Kami mendesak KPK harus segera menjemput paksa, karena sudah lima kali mangkir dari panggilan KPK dengan alasan sakit, agar tidak ada penilaian publik bahwa KPK melindungi politikus Golkar ini,” tegas Ryan Rei, Koordinator Ampera Peduli KPK kepada wartawan, Kamis (13/02/2020) malam di Jakarta.

Pengungkapan kasus ini telah menjerat pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk Samin Tan. Dimana, Tamin San yang juga telah ditetapkan tersangka, namun tak kunjung ditahan KPK. Dalam perkara ini, KPK menduga Samin Tan memberi suap ke mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih sebesar Rp 5 miliar terkait pengurusan terminasi kontrak tersebut. Diduga Melchias Mekeng merupakan pihak yang menjembatani Eni kepada Samin Tan.

Koordinator Ampera Peduli KPK menduga pimpinan KPK selama ini termasuk yang kini dimpimpin Firly Bahuri ada kemungkinan takut dengan Mekeng, mengingat Mekeng bebas berkeliaran dan menjadi pengurus teras Partai Golkar. “Sepertinya KPK lebih takut dengan Melchias Mekeng,” tegas Ryan.

Ryan menyampaikan bahwa saatnya komisioner KPK yang baru tunjukkan keberaniannya jemput paksa Melchias Mekeng. “Kalau Harun Maisiku masih DPO, ini Mekeng jelas-jelas sudah di depan mata berkantor di DPR RI dan juga salah satu Waketum partai Golkar,” imbuhnya.

Ryan juga mendesak KPK agar segera menahan Samin Tan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Jumat (15/2/2019) lalu.  “Kami juga mendesak agar KPK segera menahan Samin Tan karena dia telah berstatus tersangka KPK,” pungkasnya. (R.1.1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here