GAK Dijauhi, Kawah Putih Penuh Pengunjung

0
63

Bandung ( beritaindonet.com): Menjelang tahun baru 2019, Gunung Anak Krakatau (GAK) dinyatakan status siaga, ribuan pengungsi dari Lampung dan Banten dikumpulkan menghindari sasaran letusan GAK, namun situasi berbeda situasi di Bandung, Kawah Putih yakni bagian puncak gunung berapi yang dilewati bahan letusan berbentuk lekukan besar_ramai dikunjungi wisatawan domestik.

Salah satu tim Berita Indonesia Net/beritaindonet.com sedang berada di Kawah Putih Selasa, (1/1/2019) sekitar pukul 9.00 WIB

Akhir Desember 2018 hingga awal tahun 2019, Wisatawan yang berkunjung di Kawah Putih jumlahnya tidak lagi ratusan atau ribuan, bahkan jutaan, guna menyaksikan keindahan tempat itu.

Suhu udara di kawah putih sangat dingin yakni kisaran 80C dan di bawah 300 C; Sehingga para wisatawan selalu diingatkan agar tidak lama berada di lokasi kawah, “Para pengunjung diimbau berada di kawah paling lama 15 menit,” selalu terdengar diumumkan pengelola di kawasan Kawah Putih.

Selasa, (1/1/2019) sekitar pukul 9.00 WIB, kawah berada pada suhu 80C, sangat dingin, ditambah lagi adanya angin kencang dibarengi hujan lebat, namun semua berujung pada keindahan alam dan pemicu minat berkunjung, baik itu oleh wisatawan domestik dan manca negara.

Suasana mengharukan juga menyentuh hati,  ketika melewati jalan dari kota Bandung menuju kawah, duka tetap dipedulikan, terlihat empati masyarakat Bandung mengadakan penggalangan dana untuk para sahabat dan kawan-kawan yang berduka di Lampung dan Banten akibat guncangan GAK. Ternyata selain tujuan menikmati alam Kawah Putih, masih ingat akan nasib kawan-kawan yang berduka di dua Pulau Sumatra (Lampung) dan Provinsi Banten.

“Kepedulian itu tidak hanya dari dekat, juga dari jauh, dari tempat bahagiah, Bandung  “ ujar Siti Munajah, seorang wisatawan domestik asal Lampung saat naik kendaraan roda empat menuju objek wisata Kawah Putih, Senin, (1/1/2019). (R.R1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here