Napi Lapas Way Kanan Terima Remisi Khusus Hari Raya Nyepi.

0
23

BERITAINDONET.COM Way Kanan-Remisi adalah hak narapidana yang diberikan jika telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif yang sudah menjalani pidana enam bulan, tidak terdaftar pada register F, turut aktif mengikuti program lapas atau rutan sedangkan untuk remisi khusus hari raya nyepi diberikan pada narapidana umat hindu pada hari besar keagamaan. Hal ini dijelaskan Syarpani Kepala lapas llB Way Kanan saat jumpa pers, rabu (24/3).

Syarpani menambahkan, remisi memberikan motivasi tersendiri bukti wujud negara hadir memperhatikan warga nya. Remisi yang diberikan agar dapat memotivasi narapidana untuk mencapai penyadaraan diri atau cermin sikap sehari hari.

“Pemberian Remisi juga merupakan wujud negara hadir memberikan perhatian dan pernghargaan bagi Narapidana untuk selalu berintegritas selama menjalani Narapida menciptakan perilaku baik dan tidak melakukan pelanggaran yang sudah dtentukan. Tidak gampang mendapat kan remisi yang harus di patuhi tidak melanggar aturan dan mengikuti progaram pembinaan seperti Ibadah, upacara bendera, kegiatan keterampilan dan kemandirian,” jelas Syarpani.

Syarpani juga memastikan ditengah pandemi Corona virus Disease (Covid-19), hak warga binaan pemasarakatan, seperti pemberian remisi, hak integrasi layanan online, layanan kesehatan, dan lainnya untuk dilayani.

“Kami pastikan hak hak Napi terpenuhi meskipun wabah Corona merebak, kita sudah kordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan nya,” kata mantan Kasubag Humas Ditjenpas tersebut.

Sementara itu, I Wayan Wira, Napi Lapas Way Kanan ini merasa senang bisa mendapatkan haknya agar kelak menjadi lebih baik. “Terimakasih pak Kalapas, saya berjanji akan lebih baik lagi, setelah bebas saya akan berprilaku baik dan tidak akan mengulanginya lagi,” ungkap Wayan.

Untuk diketahui, Pemberian remisi atau pengurangan masa pidana di berikan kepada narapida sebagai di atur dalam Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasarakatan (Lembaran Negara Tahun 1995 Nomor 77, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3846), Perubahan pertama: peraturan pemerintah No. 28 Tahun 2006, perubahan kedua: peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012, serta Keputusan Presiden No.174/1999 tentang Remisi.

Berdasarkan data yang kita dapat smslas.ditjenpas.go.id per tanggal 21 Maret 2020 jumlah narapidana dan tahanan di seluruh indonesia mencapai 272.050 orang dengan rincian narapidana sebanyak
206.086 orang, sedangkan tahanan sebesar 65.964 orang. (ari/zim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here